Written by GusKunPDF Pdf Print Print Email Email
Detik Pergantian tahun 2008 ke 2009 diiringi dengan berita penugasan baru yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Di menit-menit awal tahun 2009, saya menerima berita lewat Yahoo Messenger dari salah seorang rekan kerja bahwa saya dimutasikan ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I di Surabaya. Tugas Baru menanti di kota kelahiran istri dan anak pertama saya.

Banyak yang berbeda pada penugasan kali ini dibandingkan dengan penugasan-penugasan saya sebelumnya. Pertama, dilihat dari proses pra penugasan. Pada penugasan sebelumnya, saya selalu mendapat kemudahan untuk tahu 'bocoran' sebelum keputusan diterbitkan. Sehingga, terbitnya Keputusan hanya menjadi formalitasnya saja, tidak ada kejutannya. Kali ini berbeda, saya tidak pernah tahu atau diberitahu tentang rencana penugasan ini. Keluarnya keputusan, yang sudah ditunggu-tunggu berbulan-bulan, menjadi sebuah kejutan bagi saya.

Kedua, penugasan saya sebelumnya selalu diawalai dengan senyuman dan penuh gelak tawa 'kemenangan'. Seolah segalanya menjadi milik saya, seolah apa yang saya inginkan akan selalu bisa saya wujudkan. Dalam kenyataan yang saya alami, apa yang diawali dengan senyuman tidak semuanya diakhiri dengan senyuman.  Awal senyuman saya ternyata menjadi tangisan dari banyak pihak, tanpa saya sadari atau tidak. Hal yang berbeda pada awal berita penugasan kali ini. Saya mengawalinya dengan tangisan. Semoga tangisan saya menjadi awal senyuman bagi semua orang.

Ketiga, penugasan sebelumnya berada di area yang (menurut saya) sudah saya kuasai. Belakangan pikiran seperti itulah yang menjadi benih kesombongan. Faktanya, ternyata pengetahuan saya sangatlah terbatas, banyak yang belum saya ketahui di area yang saya merasa sudah kuasai. Kali ini berbeda, penugasan saya sebagai Kepala Seksi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor IV berada di area yang belum pernah saya lewati sebelumnya. Tidak ada pengalaman saya di bidang itu, tidak ada perasaan bahwa saya sudah menguasai tugas itu nantinya. Tidak ada yang bisa menjadi benih kesombongan dari dalam diri saya. Harapan saya ke depan, datang di arena tidak saya kuasai, pergi dengan banyak pengetahuan dan pengalaman.

Keempat, kami ber 4 harus hidup dengan kesibukan kami masing-masing. Lintang tidak belum memungkinkan untuk menggunakan fasilitas pindah mengikuti suami. Tidak ada sekolah yang berafiliasi dengan sekolah Tangguh di Surabaya, Sekhar akan menghadasi UASBN SD. Kami akan melewati masa-masa yang berbeda, karena sebelumnya kami selalu merancang untuk bersama-sama migrasi ke tempat tugas saya yang baru.

Kelima, ada yang tidak akan berubah meskipun saya pindah ke tempat baru. Ribuan Member di Jaringan Bonuspulsa.com dan Dealer di PulsaMurah saya (sebentar lagi akan re born dengan nama baru) tetap akan saya kelola dengan cara yang sama, dari Jakarta ataupun dari Surabaya. Harapan saya, semoga saya bisa penetrasi lebih luas di Propinsi kelahiran saya tersebut. Dimana bumi dipijak, disitu jaringan dikembangkan.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa saya yang telah lalu dan mencurahkan keberkahan kepada kita sekalian. Amin.

Ditulis di Jakarta pada tanggal 1 Januari 2009 sebagai rangkaian tulisan tentang Guskun di http://www.guskun.com
 
Banner