Written by Agus KuncoroPDF Pdf Print Print Email Email

Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua selalu berusaha untuk mencari keuntungan. Orang rela bermandi peluh mencari nafkah dan berharap memperoleh keuntungan dari usahanya. Dari keuntungan yang diperolehnya, orang berharap kehidupan yang lebih baik, bahkan berharap kemuliaan dari kehidupannya di dunia. Secara sederhana, orang yang beruntung itu adalah orang yang sukses.

Yang menjadi pertanyaan kita adalah siapakah orang-orang yang beruntung itu? Banyak jawaban yang bisa kita berikan, misalnya orang yang beruntung adalah orang yang kekayaannya banyak atau orang yang penghasilannya banyak. Namun ternyata, jawaban hakikinya bukan itu, orang yang beruntung itu ternyata adalah orang yang beriman.

Lebih lanjut kita perlu tahu, apa syarat untuk menjadi orang yang beriman agar kita termasuk orang yang beruntung? Jawaban atas pertanyaan ini telah disediakan oleh Allah SWT dalam surat Al-Mu’minun ayat 1-7. Ciri orang yang beriman itu adalah mendirikan shalat dengan khusyuk, menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna, menunaikan zakat, memelihara kemaluannya, dan memelihara amanat dan janji.

Mendirikan shalat dengan khusyuk

Shalat dengan khusyuk hanya bisa dicapai dengan kedisiplinan dan konsentrasi. Kedisiplinan artinya shalat itu dikerjakan tepat waktu dan dilaksanakan sesuai dengan tatacara yang ditentukan. Konsentrasi artinya shalat dikerjakan sepenuh hati dan tidak ala kadarnya. Dengan uraian itu kita jadi tahu bahwa agar kita menjadi orang yang sukses, maka kita harus disiplin dan konsentrasi. Wahana untuk melatih kedisiplinan dan konsentrasi adalah mendirikan shalat dengan khusyuk.

Menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna

Agar kita terhindar dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna, maka kehidupan kita harus efektif dan efisien. Efektif artinya kita fokus pada tujuan sehingga arah menjadi jelas, tidak kesana kemari, tidak berputar-putar. Efisien artinya kita harus hemat, tidak memboroskan sumber daya, dan tidak berlebihan dalam melakukan sesuatu. Kalau segala tindakan sudah kita lakukan dengan efektif dan efisien, jalan untuk menjadi orang yang beruntung sudah ada di depan mata.

Menunaikan Zakat

Makna yang terkandung dari menunaikan zakat adalah adanya kesadaran akan adanya hak orang lain yang melekat pada diri kita. Kesadaran ini harusnya menimbulkan kerelaan untuk selalu berbagi dengan orang lain lebih dari sekedar pembayaran zakat yang diwajibkan. Agar kita beruntung, kita harus punya kemauan untuk membantu orang lain. Kalaupun belum mampu secara materiil, kita masih bisa merelakan diri dan waktu kita untuk terlibat dalam melepaskan orang lain dari kesulitan yang menderanya. Tidak ada sifat egois bagi orang yang ingin meraih kesuksesan.

Memelihara Kemaluan

Kemaluan adalah salah satu organ tubuh yang disebut dalam ciri orang beriman. Kemaluan secara luas dapat diartikan sebagai organ tubuh secara keseluruhan, dan lebih luas lagi dapat diartikan sebagai kewenangan untuk melakukan sesuatu. Memelihara kemaluan, atau dapat juga disebut memelihara kewenangan, bukan sekedar merawatnya saja, namun juga dengan cara menggunakan secara benar pada saat yang tepat. Tidak ada larangan kita gunakan kemaluan kita sesering mungkin, dengan syarat secara benar pada saat yang tepat. Demikian juga ketika suatu saat kita diijinkan mempunyai kewenangan, maka kewenangan itu harus kita pelihara dengan cara menggunakan secara benar pada saat yang tepat.
Disisi lain, kemaluan itu adalah aurat, aurat itu adalah rahasia. Memelihara rahasia itu artinya menjaganya dan hanya membukanya secara benar pada saat yang tepat. Tidak ada larangan bagi kita dalam membuka aurat/rahasia, asal dilakukan secara benar pada saat yang tepat.
Kemaluan ikut menentukan perjalanan untuk menjadi orang yang beruntung, yaitu orang yang bisa menjaga kewenangan dan rahasia pada dirinya.

Memelihara Amanat dan Janji

Memelihara amanat dan janji pada dasarnya adalah memelihara kepercayaan. Kepercayaan yang diberikan oleh orang lain (amanat) dan kepercayaan yang kita berikan kepada orang (lain) harus dipelihara sebagai jalan menjadi orang yang beruntung. Tanpa adanya kepercayaan, maka kita tidak bisa bekerjasama dengan orang lain. Tanpa dukungan orang lain, kita tidak bisa menjadi sukses. Agar kepercayaan tetap terjaga dan semakin besar maka kita harus memelihara amanat dan janji yang ada.

Demikian sedikit uraian tentang ciri-ciri orang beriman, dari uraian tersebut ternyata terungkap bahwa panduan yang bersumber dari Al-Qur an tentang cara menjadi orang sukses tidak jauh berbeda dengan kajian-kajian modern yang ada saat ini.


5-Habits adalah jalan meraih kesuksesan, tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat kelak. Mari kita mulai dari sekarang, karena hidup tidak bisa menunggu.

Ditulis di Pisangan Lama III , 12 Juni 2008 sebagai rangkaian dari tulisan tentang Agama di http://www.guskun.com