Written by Agus KuncoroPDF Pdf Print Print Email Email

Gagal adalah kondisi tidak tercapainya suatu tujuan yang ingin dicapai. Merasa gagal adalah timbulnya perasaan bahwa keinginan yang diharapkan tidak tercapai. Kalau begitu merasa gagal bukan kegagalan, karena toch itu hanya perasaan saja. Efek negatif dari merasa gagal adalah minder, kecewa atau rendah diri. Lawan dari merasa gagal adalah merasa berhasil. Sama spt merasa gagal, merasa berhasil itu belum tentu berhasil. Toch itu hanya perasaan saja. Efek negatif dari merasa berhasil adalah rasa puas, bangga dan bisa menggelincirkan diri ke jurang kesombongan.

Mana yang lebih baik, merasa gagal atau merasa berhasil?

Gagal atau berhasil itu adalah kondisi relatif yang sebagai konsekwensi dari adanya keinginan atau cita-cita atau ekspektasi. Orang yang tidak punya keinginan, dijamin tidak akan pernah gagal, namun juga pasti tidak akan pernah berhasil.

Karena keinginan semua orang tidak mungkin sama, maka gagal-berhasil akan berbeda-beda kondisinya bagi masing-masing orang. Kata kuncinya ada pada bagaimana anda meletakkan ekspektasi. Jangan pernah salah membuat ekspektasi.

Saya pernah meletakkan ekspektasi saya pada tempat yang sangat tinggi, dan saya merasa ekspektasi itu menjadi kenyataan atau setidaknya segera menjadi kenyataan. Inilah kondisi yang saya sebut sebagai merasa berhasil. Yang saya alami, merasa berhasil itu membuat saya terlena, tanpa saya sadari saya berada di jurang kegagalan. Kenapa merasa berhasil itu membawa ke jurang kegagalan? Karena merasa berhasil menimbulkan perasaan malas berbuat, merasa tidak perlu berbuat apa-apa lagi karena sudah berhasil.

Sekarang, ekspektasi itu tidak terwujud, kembali ke definisi di atas, berarti saya gagal, setidaknya saya merasa gagal. Lalu apa yang saya lalukan karena merasa gagal? Mengulang , meskipun dengan lebih baik, adalah sesuatu yang tidak mungkin. Menyesali, adalah sesuatu yang tidak membawa pengaruh apa-apa. Berarti, polihan saya hanya berbuat, berbuat di bidang yang lain.

Apakah saya akan merasa berhasil di yang lain? Wallahu alam, pengalaman mengajarkan bahwa saya hanya perlu berbuat, jangan terlena dengan merasa berhasil, dan terus berbuat karena masih merasa gagal.

 

Ditulis pada tanggal 6 April 2009, di atas bus DAMRI sepanjang Rawamangun-Soekarno Hatta, diunggah pertama kali pada tanggal 6 April 2009 di facebook : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 
Banner